Minggu, 01 Mei 2011

RESISTOR DAN DIODA

RESISTOR
resisitor adalah suatu komponen elektronika yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron . resistor biasa disingkat dengan huruf "R". satuan resistor adalah ohm, karena yg menemukan adalah George Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika dari Jerman.
resistor tebagi menjadi beberapa jenis AL:

     1.   Resistor tetap
     Adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat diubah-ubah. Jadi selalu tetap konstan, resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon.
2.  Resistor tidak tetap manual
      Adalah resistor yang nilai hambatanya dapat diubah-ubah sesuai keinginan, dengan cara menggeser atau memutar toggle. Jenis resistor ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu potensiometer rheostat atau biasa disebut “potensiometer” saja dan trimpot(trimer potensiometer). Pada trimpot bagian karbonnya tidak boleh dipegang karena bagian itu sangat sensitif kaya itu aja ya.... he....he....., dan dapat merusak frekuensi. Tetapi sekarang sudah banyak trimpot yang telah dilindungi oleh plastik, jadi, karbonya tidak mungkin tersentuh.
3.  Resistor tidak tetap otomatis
Adalah resistor yang nilai hambatanya dapat berubah-ubah secara otomatis sesuai keadaan        disekitarnya. Contoh dari Resistor tidak tetap otomatis adalah :
·         NTC(Negative Temperature Coefficient) adalah resistor yang nilai hambatanya akan bertambah kecil bila temperaturnya menjadi panas,.
·         PTC(Positife Temperature Coefficient) adalah resistor yang nilai hambatanya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi panas.
·         LDR(Light Dependent Resistor ) adalah jenis resistor yang nilai hambatanya akan berkurang bila terkena cahaya.
GAMBAR JENIS-JENIS RESISTOR :

LDR

NTC

POTENSIOMETER

PTC

TRIMPOT

VDR


RESISTOR TETAP
SIMBOL-SIMBOL RESISTOR :
POTENSIOMETER STEREO

POTENSIOMETER MONO
NTC

LDR
PTC

RESISTOR TETAP

TRIMPOT

VDR



KONDENSATOR (KAPASITOR)
Kondensator atau sering disebut juga sebgai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidak seimbangan  internal dari muatan listrik. Kondensator memilki satuan yang disebut farad, kondensator ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867).

a.      a.Jenis kondensator
Penggunaan kkondensator pada peralatan elektronika adalah sebagai media penyimpanan tenaga listrik, filtering, tuning, penghubung sinyal dari satu rangkaian ke rangkaian yang lain. Berdasarkan kegunaanya ada 3 jenis kondensator yaitu:
1.       Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah-ubah). Ada tiga macam bentuk kondensator tetap, sebagai berikut:
·         Kondensator keramik, memiliiki bentuk bulat tipis, ada yang berbentuk  persegi empat berwarna merah, hijau, coklat, dll.dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB), boleh dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif ataupun negative. Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko farad sampai dengan ratusan kilopiko farad (KpF). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang samapi ribuan volt.
·         Kondensator polyester, pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya. Bentuknya persegi empat seperti permen. Biasanya mempunyai warna merah, hijau, coklat, dsb.
·         Kondensator kertas, sering disebut juga konddensator padder. Misal pada radio dipasang spul dari osilator ke variabel condensator.
2.       Kondensator elektrolit (elco)
Kondensator elektrolit atau biasa disebut elco adalah kondensator yang berbentuk tabung, mempunyai dua buah kutub kaki, yaitu positif dan negatif, untuk kaki yang negatif pada bagian atas kaki kondensator terdapat tanda garis-garis negatif yang terdapat di badan kondensator. Nilai kapasitasnya dari 0,47 µF (mikro farad) sampai ribuan mikro farad dengan tegangan kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.
3.       Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)
Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya dapat diubah-ubah. Kondensator ini dapat brubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat  diputar dengan menggunakan obeng. Berikut adalah uraian tentang kondensator variabel dan kondensator trimmer.
·         Kondensator variabel
Kondensator variabel terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100  pF sampai 500 pF selain itu, kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
·         Kondensator trimmer
Kondensator trimmer dipasang parallel dengan variabel kondensator berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi. Kondensator trimmer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF.

b.      b. Simbol Kondensator
Simbol kondnsator berdasarkan kutubnya dibagi dua, yaitu kondensator yang memiliki kutub positif dan negative, serta kondensator yang tidal mempunyai kutub. berikut adalah simbol-simbol kondensator:
simbol kondensator

simbol kondensator
Simbol Kondensator

Simbol Kondensator
Simbol Kapasitor

Simbol kondensator trimmer
Simbol kondensator variabel


c.       c. Perbandingan Satuan Kondensator
Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut 1 Farad sama dengan 106 mikri Farad (µF), jadi 1 µF = 9 x 105 cm2. Berikut satuan yang sering digunakan :
·         1 farad  =             1.000.000  µF (Mikro Farad)
·         1 µF        =             1.000.000  pF (Piko Farad)
·         1 µF        =             1.000 nF (Nano Farad)
·         1 nF        =             1.000 pF (Piko Farad)
·         1 pF        =             1.000 µµF (Mikro-mikro Farad)
d.      d. Penbacaan Nilai Kondensator keramik
Linhatlah cara membacanya dengan memperhatikan gambar-gambar berikut ini:
 
a.      e. Cara Menghitung Nilai Kondensator Polyester
Kondensator ini mempunyai gelang warna pada badanya dan cara menghitungnya hampir sama dengan cara menghitung resistor. Berikut adalah tabel nilai warna kondensator polyester:

b.      f. Cara Menghitung Nilai Kondensator Kertas dan Kondensator Elektrolit
     Pada kondensator tersebut tinggal dilihat saja pada badanya



DIODA
Dioda terbuat dari bahan semikonduktor yang saling dipertemukan. Dioda bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan positif, sedangkan katodenya mendapatkan tagangan negatif) dan belaku sebagai saklar terbuka (apabila bagian anoda mendapatkan tegangan negatif, sedangkan katodenya mendapatkan tagangan positif). Kondisi tersebut hanya terjadi pada dioda ideal-konseptual. Pada dioda faktual (rill), perlu tegangan lebih besar dari 0,7 volt (untuk dioda yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode pada dioda dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7 volt ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Dioda yang terbuat dari bahan germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3 volt.
a.       a. Jenis dioda
Berdasarkan fungsinya ada 5 jenis dioda sebagai berikut:
1.       Dioda penyearah adalah dioda yang difungsaikan untuk penyearah tegangan  bolak balik menjadi tegangan searah, biasanya digunakan padarangkaian power supply.
2.       Dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila dipanjar maju. LED  dibuat dari semikonduktor campuran, seperti, galium arsenida fosfida (GaAsP), galium fosfida (GaP), gallium indium fosfida (GaInP, dan galium aluminium arsenida (GaAlAs)).
3.       Dioda foto (fotovoltanic) digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik searah.
4.       Dioda laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah, cara kerjanya mirip LED.
5.       Dioda zener digunakan untuk regulasi tegangan. 
 b. Simbol Dioda
Simbol dioda zener

Simbol dioda

Simbol LED
Simbol dioda Foto

Simbol Dioda Bridge

Simbol Dioda Laser

c. Bentuk Fisik Dioda
Dioda Zener

Dioda Foto

Dioda Bridge

Dioda Laser

LED